Saat artikel ini ditulis, GeForce GTX480 adalah VGA tercepat dari NVIDIA. Dan bisa ditebak, VGA ini lantas menjadi favorit para gamer dan overclocker yang menginginkan performa tertinggi. Namun, bagi beberapa user, performa sebuah GTX480 masih belum cukup untuk membuat mereka puas. Untuk itulah MSI merilis VGA GTX480 non-reference mereka yang dinamai MSI GTX480 Lightning untuk memuaskan user yang benar-benar haus performa tersebut.

Bagi pembaca yang belum familiar dengan produk MSI, mungkin belum mengetahui apa arti dibalik nama ‘Lightning’ ini. Lightning series adalah nama yang diberikan MSI untuk lini teratas produk VGA mereka, yang memiliki performa tertinggi dan juga segudang fitur menarik lainnya. Beberapa model VGA Lightning yang sebelumnya dirilis, seperti GTX275 Lightning dan juga HD 5870 Lightning, sudah sukses memecahkan banyak overclocking world record dan juga memiliki performa tertinggi di kelasnya.
Para pembaca setia tentunya masih ingat dengan preview MSI GTX480 Lightning yang kami rilis beberapa hari lalu. Di situ kami memperlihatkan secara jelas bagaimana VGA ini mempunyai segudang fitur tambahan yang diperuntukkan bagi Extreme Overclocker.
Namun berbicara mengenai extreme overclocking, tampaknya belum lengkap kalau kami tidak menguji VGA ini dengan cooling Liquid Nitrogen(LN2). Maka dari itu, kami segera memanggil extreme overclocker kami, Alva ‘Lucky_n00b’ Jonathan, untuk menguji (atau mungkin lebih tepatnya ‘menyiksa’) VGA Card ini.
Persiapan – Semuanya berbeda dari biasanya
Biasanya, sebelum melakukan praktik extreme overclocking pada VGA , ada beberapa modifikasi yang harus dilakukan untuk mendapat hasil overclocking yang maksimal. Misalnya, update BIOS dan/atau melakukan modifikasi voltage untuk mendapat voltage yang optimal.
Namun, kami sedikit terkejut ketika kali ini Alva tidak melakukan semua modifikasi itu. Menurutnya, VGA MSI GTX480 Lightning sudah dirancang khusus untuk menghadapi praktik extreme overclocking, sehingga modifikasi hardware tidak dibutuhkan lagi.
Perlu pembaca ketahui, bahwa VGA GTX480 reference memiliki masalah dengan suhu sangat rendah, yang akan membuat VGA berjalan pada Mode 2D (Core 50Mhz) ketika suhu mencapai -80C, dan karena hal ini, para overclocker harus mengganti BIOS VGA ini dengan BIOS modifikasi yang tidak memiliki Mode 2D.
Namun, MSI sudah menyiapkan solusi akan masalah tersebut pada GTX480 Lightning ini. MSI menyediakan BIOS kedua (yang tidak memiliki 2D Mode), dan juga XtremeCool switch untuk memastikan bahwa VGA ini tetap beroperasi dengan suhu yang sangat rendah sekalipun.


Mengingat bahwa VGA ini akan didinginkan oleh LN2, maka biasanya pada VGA ini akan diberikan insulasi tambahan untuk mencegah terjadinya kondensasi karena suhu yang sangat dingin. Biasanya Alva menggunakan kneaded eraser untuk menutupi sebagian besar permukaan VGA Card untuk menjaga agar komponen-komponen yang terdapat padanya tidak basah, tapi kali ini metode insulasinya berbeda dari biasanya.
Alva menggunakan dielectric grease yang dioleskan ke seluruh bagian VGA card, baik bagian depan maupun bagian belakang. Prinsip kerjanya sama dengan kneaded eraser, yaitu menutupi komponen supaya mereka tidak basah karena kondensasi yang terjadi. Dielectric grease digunakan karena ada beberapa komponen yang saat beroperasi menjadi terlalu panas dan tidak bisa ditutupi kneaded eraser, seperti voltage regulator (VRM) VGA.

Mengingat chip GPU GTX480 akan memberi heat load yang cukup tinggi, terutama saat bekerja dengan frekuensi 1200Mhz+ di 1.45V, LN2 Container yang digunakan juga berbeda. Alva menggunakan K|ngp|n Tek9 FAT edition, yang memiliki massa jauh lebih berat dan juga daya tampung LN2 yang lebih banyak dari Tek9 5.0 slim yang biasa digunakannya.

Terakhir, software yang digunakan untuk pengaturan voltage pada GTX480 Lightning ini juga (lagi-lagi) berbeda dari biasanya. MSI Afterburner yang digunakan kali ini memberikan range pengaturan yang sangat luas , sampai dengan +500mV untuk vGPU, vMEM, dan juga vPLL. Versi Afterburner ini dinamai ‘Afterburner Extreme’.

Perlu dicatat, bahwa software Afterburner dari MSI ini tidak dirilis secara publik, dikarenakan pengaturan voltagenya yang cukup extreme dan mempunyai potensi untuk ‘membunuh’ VGA Card jika digunakan secara sembarangan oleh user.
Spesifikasi Sistem Pengujian
Berikut ini spesifikasi PC yang digunakan untuk pengujian extreme cooling MSI GTX480 Lightning :
Prosesor : Intel Core i7 980X ‘Gulftown’
Motherboard : MSI Big Bang Xpower
Memory : A-DATA XPG+ DDR3-1866C8 3×2GB
HDD : WD Velociraptor 300GB
PSU : Antec TPQ-1200W OC Edition
CPU Cooler : Thermalright Venomous X
GPU Cooler : K|ngp|n Tek9 FAT Edition
Result : GTX480 di 1250Mhz++

Pertama-tama suhu VGA diturunkan serendah-rendahnya dengan LN2 untuk mencari titik optimal untuk benchmarking. Di sini terjadi hal yang tak terduga, saat suhu mencapai – 187C , suhu terendah yang kami dapat, VGA masih tetap hidup! Sayangnya di suhu ini VGA gagal menjalankan 3DMarkVantage, yang mungkin terjadi karena memori VGA , dan beberapa komponen di bagian belakang VGA , sudah terlalu beku.

Setelah menghangatkan VGA dengan hot air gun 1800W , didapatkan suhu yang optimal untuk VGA ini, yaitu -155 s/d -160C, benchmarking pun kembali dilanjutkan.
Dengan setting +300mV pada vGPU dan Vmem, VGA dapat berjalan dengan mudah pada frekuensi 1200Mhz. Frekuensi maksimal yang didapatkan pada VGA ini adalah 1286Mhz / 1150Mhz (GPU / Mem), berikut hasil 3DMarkVantagenya.

MSI GTX480 Lightning dengan GPU diatas 1250Mhz ini mencapai GPU Score lebih dari 30000! (Perlu diketahui bahwa GPU Score ini sudah melebihi nilai GPU Score sebuah HD5970 yang di-overclock ke 1000/1200Mhz)

Kesimpulan
Nampaknya, predikat ‘Monster VGA’ memang pantas diberikan pada MSI GTX480 Lightning, segala pengujian yang paling extreme sekalipun dapat dilewatinya dengan mudah. Semua fitur yang diberikan MSI terbukti berguna bagi para extreme overclocker yang gemar menggunakan LN2. Berbicara mengenai LN2, VGA GTX480 Lightning ini termasuk ‘rakus’ LN2, 7 Liter LN2 yang tersedia habis begitu saja dalam waktu kurang dari 1.5 jam!
Karena keterbatasan LN2, sayangnya pengujian ini harus berakhir dengan singkat. Yang jelas, pengujian kali ini masih belum menunjukkan kemampuan sesungguhnya dari GTX480 Lightning (yang disinyalir mampu berjalan di clockspeed lebih dari 1400Mhz). Kita tunggu saja pengujian extreme overclocking yang berikutnya!